10.12.08

Fenomena 3M (Marcella, Mikola dan Moreno) yang makin menggelembung.

Ini bukan 3 M sebagaimana jargon untuk memerangi uang palsu atau jargon untuk mencegah wabah demam berdarah, tetapi kasus pidana biasa cuma kebetulan yang terlibat adalah para selebrita suatu negri yang sebagian penduduknya sering disilaukan dan dibutakan dengan wajah catik, lenggak – lenggok yang lemah lembut, prestasi semu serta hal lain yang memang seolah – olah menyilaukan padahal hanya kilau dan gemerlap sesaat, yes, selebrita, selebritis atau public figure.

Kejadian yang ‘fresh from the oven’, adalah kasus pidana penganiayaan terhadap seseorang yang saya sendiri sebelumnya dan sampai sekarang juga gak kenal siapa dia yaitu Agung Setiawan, yang mengaku diculik, disekap, dianiaya secara fisik dan mental, dan dilecehkan secara seksual sampai – sampai dipaksa untuk meminum sperma (gak tahu spermanya siapa tuh he he) tetapi masih terselamatkan (mungkin) karena kebenaran akan selalu menemukan cara dan jalannya sendiri untuk menyeruak dan keluar sebagai pemenang.

Sang korban menunjuk hidung para pelaku dan sebagaimana semua juga udah pada tahu, Marcella, Mikola dan Moreno harus menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang, nah disini letak uniknya, karena sejak kejadian ini semua jenis media yang sudah ada dinegri ini juga media yang belum ada dan bakal ada mengerahkan banyak energi dan upaya untuk mendapatkan liputan dan melaporkan informasi serta kelanjutan cerita serial ini bagi pemirsanya dan penikmatnya.

Diramaikan juga dengan statemen dari para ‘juru bicara dan para ahli tafsir hukum’ yang dibayar sangat mahal untuk meramaikan ‘perang’ pendapat dan meyakinkan publik, memberikan opini dengan gaya yang sangat percaya diri dan meyakinkan ditambah lagi para tokoh papan atas yang punya kekayaan dan pengaruh luas ikut urun rembug memberikan ‘sambutan’ singkat terhadap ‘launching’ drama ini tidak kurang dari Tomy Suharto dan Alex Asmasubrata ikut memberikan pendapat he he he tetapi yang lebih spektakuler adalah running text pada salah satu TV swasta mengatakan bahwa 15 ribu pengacara siap mendukung Agung yang dalam lakon ini merupakan pihak ‘wong cilik’ yang dikuyo – kuyo.

Disisi lain pendukung (adik) terdakwa juga sibuk membentuk opini dan berkunjung kesana – kemari sambil mendongeng (disertai analogi yang naïf) tentang bagaimana sang kakak adalah seorang wanita yang cantik jelita dan berbudi sangat luhur serta tidak bakal mungkin berpikir, merencanakan dan mendalangi kejahatan semacam ini, justru menurutnya sipelaporlah yang harus diperiksa mulai dari latar belakanganya, kesehatan mentalnya, dan secara tersirat menanyakan masyarakat ‘kasta’ kelas berapa si Agung itu he he he

Diseberang lain, ada semacam sentimen kepada para terdakwa yang sekarang sudah ditahan dan kenapa pula kasus sekecil ini bisa menarik simpati hingga ribuan pengacara yang siap membantu tapi kenapa kasus Lumpur Lapindo yang jauh lebih dahsyat tidak sedikitpun menarik simpati para pengacara yang masih punya waktu luang untuk memberikan petisi atau dukungan bagi ribuan korbannya? Hanya kasus sekecil ini yang kebetulan melibatkan orang – orang cantik, ganteng, muda dan kaya raya maka gemanya dan baunya menyebabkan ribuan orang tertarik untuk mencicipi remah – remah popularitas.

Apakah bakal ada pengadilan yang jujur dan apakah hukum akan benar – benar buta serta berlaku bagi setiap orang ataukah bakal berakhir dengan saling menarik tuntutan serta kasus ditutup berdasarkan ‘musyawarah mufakat’ tidak ada yang tahu, sepertinya bakal ada hitung – hitungan untung – rugi dan lain sebagainya.

Bagaimana akhir dari drama serial dadakan ini dan apa yang bakal menimpa para pemeran utama, pemeran pembantu dan pendukungnya? Kita tunggu aja, tapi kasus gini aja kok porsinya dibesar – besarkan sampai mengalahkan yang lebih penting buat bangsa ini seperti ‘Hari Anti Korupsi Sedunia’ weleh – weleh…. mumet nDasku….

Stumble Upon Toolbar

4 comments:

Hakimtea said...

iya bro 3 seleb ini lagi rame sampe bosen liputan infotainment nyorot itu itu terus, coba liput tentang saya ya yg ikut busby seo test, heuheu.

Kristina Dian Safitry said...

aku datang ntuk ngeliput tuan rumah,hue..he...

Lyla said...

wahhh... skrg beralih jadi wartawan gosip ya mas hehehehe

it's bdh said...

Reply;
@hakimtea,
Iya loh kayak gak ada yang lebih penting aja, kok sampeliputannya membabi-buta kayak gitu sampe2 beberapa TV investigasi kepelosok jogja dan sebagainya...

@Kristina DS,
Tuan rumah baru sembuh dari sakit kembung berkepanjangan... :-) makasih ya...

@Lyla,
Iya nih jadi iseng, yang tak tungguin gosipnya Lyla, dan aku juga udah nyebar paparazzi lho he he

Post a Comment

Appreciating your effort to comment here :-) Thanks